Senin, 28 November 2011
Beda Zaman
KITA tentu pernah mendengar Nabi Muhammad SAW berkata tentang zaman yang paling ideal, terbaik. Zaman yang dimaksud beliau tidak lain adalah zaman di mana beliau hidup (khairul quruni qarni). Di zaman itulah, lahir generasi sahabat yang luar biasa. Mereka mencintai Allah SWT dan mencintai Rasulullah SAW. Begitu juga dengan Allah SWT dan Rasulullah-Nya juga mencintai mereka. Hidup mereka selalu dalam keberkahan dan keridhoaan Allah SWT. Tidak hanya itu, hidup mereka juga dipersembahkan untuk Islam. Tak ada waktu sisa untuk Islam. Tak ada harta sisa untuk Islam. Tak ada darah yang menetes sisa untuk Islam. Semuanya dipersembahkan untuk Islam. Bagi mereka, Islam nomor wahid. Dunia dijadikan sebagai sarana (wasilah) untuk akhirat. Meski tidak mengesampingkan dunia, tapi dunia diletakan di tangan, bukan di hati.
Konsekuensi keberIslaman mereka diuji. Saat permulaan dakwah di Makkah mereka mendapat perlakuan sangat buruk dari kafir Quraisy. Mereka diintimidasi, disiksa, diembargo, bahkan tak sedikit yang dibunuh. Namun, karena kecintaan mereka pada Islam, ujian itu tak lebih seperti pemanis hidup. Indah dikecap. Nikmat dijalani, Berbuah surga. bagaimana dengan zaman sekarang?? zaman teknologi canggih , bisa kah kita bertemu Nabi/ rasulullah? Meski begitu, kita dilarang pesimis. Setidaknya, meski kita tidak bisa belajar langsung face to face dangan Rasulullah, tapi kita bisa belajar dari sunnahnya, dari sejarahnya dan ibadahnya, semoga kita tetap ber taqwa serta termasuk golongan orang orang yang soleh . amin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar